Tampilkan postingan dengan label cerpen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cerpen. Tampilkan semua postingan

gadis pagiku

Diposting oleh InsViRatiON | 11.16 | | 0 komentar »


saat ku terlelap dalam bayang semu
saat mimpi terus meracuni
kuharapkan semua itu berlalu
kini semua itu menjadi nyata
senyum tak mengartikan kebahagiaan
tangis tak selamannya kesedihan
tapi dirimu .........
senyum dan tangis kebahagiaan ku
surga tercipta bagi orang yang beriman
bagiku kau adalah surga ku
surga yang tercipta untuk orang sepertiku
bukan orang yang beriman
dalam diam diriku
dalam sepinya jiwaku
telah tertulis sebuah nama
nama yang akan membawa ku terbang
terbang bersama indahnya cinta
cinta yang membuatku hilang
hilang akan kesepian
kesepian akan indahnya cinta

cerpen

Diposting oleh InsViRatiON | 03.46 | | 2 komentar »

Sebuah kenangan

“Sodakaulahhuladzim”penutup pengajian malam ini

“Eh gir, nguduk yu?”Eka mengajaku makan, padahal hal ini dilarang sebab semua santri harus pergi kemasjid melaksanakan shalat berjamaah.

“Ayo, kebeneran sore tadi gw gak makan, abis ngeliat lauknya, ikan berjaket lagi-ikan berjaket lagi, tapi teraktir gw yah, gw gi gak ada duit”

“Ya udah, tenang aja sich kaya siapa aja gw, gir ajak juga si jawa”

Secara sembunyi-sembunyi kami pergi meninggalkan pondok, dengan berpakain selayaknya orang yang hendak kemasjid sarung dan peci tak lepas dari badan kami bertiga

“Asalamuaialikum, Mak uduk udah mateng” Tanya eka pada ibu warung

“Ada, tuh nasinya baru mateng, mau berapa piring?”

“Tiga mak, nasinya agak banyak soalnya tadi gak makan sore, laper banget ni mak”Eka membujuk ibu warung agar mendapatkan porsi yang special

“Aduh, Ka gw lagi pusing ni gw gi ada masalah”

“Masalah kenapa, bukannya setiap hari lo punya masalah, bentar-bentar bilang pusing”

“Gw serius ni kali ini, si TL ngajak putus, padahal gw gak ada masalah apapun”

“Trus apa dong alesan, pasti ada sebab dong”

“Gak tau lah, tapi dia bilang dia diomelin sama orang tuanya, orang tuanya bilang lo milih sekolah apa pacaran, kan gw jadi bingung”

“Udah, gak usah dipikirin sekarang mendingan kita makan, anggap aja si TL tu uduk, lo abisin, lo telen dia hidup-hidup”

“Ah, bias aja lo Ka, emangnya gw kanibal kaya si jawa”

“apa’an lo gir ngajak-ngajak gw”

Orang bilang wis mangan ora udut eneg mungkin perasaan itu timbul pada kami saat ini setelah kami makan, dengan santainya kami memainkan asap yang sebetulnya berbahaya bagi paru-paru kami, sebatang rokok menempel dimulut kami masing-masing, tiba-tiba datang sesosok tubuh menghampiri kami, tubuhnya tak jauh lebih besar dari sijawa karna dia orang yang paling kecil diantara kami bertiga, dia ustadz kami yang sedang berpatroli mencari santri-santri seperti kami yang sering keluar malam.

“Darjat (togir),Eka, Yayat (Jawa) Pulang, kalian bukannya belajar malah pada disini”Ustadz Dadang dengan kaca matanya tak jauh besar dengan matanya yang memelototi kami bertiga.

Dengan hati Bimbang kami bertiga pulang ketempat persinggahan kami, yaitu penjara suci, kami tau konsekuensi apabila melanggar peraturan pondok, ya kalau gak dibotak paling dikasih kerjaan selama sebulan

“Plak, sebuah telapak tangan menempel dipipi kami bertiga wajah kami serasa panas”

“Mana sisa rokonya” usatadz dadang menanyakan pada kami bertiga

“Gak ada tadz soalnya kami beli Cuma batangan”

“lain kali, kalo saya liat kalian masih suka main kewarung uduk saya botak kalian, ngerti”

“Iya Tadz” serentak kami menjawab

“Ya udah, sekarang kalian belajar jangan keluar lagi”

Mungkin kami sedang beruntung kali ini, rambut kami utuh tanpa hilang sehelaipun


****

Sepertinya saat ini yang tepat untuk menyelesaikan masalahku dengan TL

“L, gw mau ngomong sekarang bisa gak?”

“Mau apa lagi, kan udah gw jelasin, gw gak boleh pacaran ma ortu gw”

“iya, tapi lo harus ngerti gw, gw udah terlanjur jatuh, disaat bunga hati gw sedang mekar tiba-tiba lo potong begitu aja, lo tega L”

“Gw harus ngerti lo, tapi apa lo ngerti’in gw”

Ku tak mampu menjawab karna ku akui aku terlalu egois mementingkan diriku sendiri.

“apa lagi yang mau lo omongin kan semua udah jelas, karang gw mau belajar”

“Tunggu L”kuraih tangannya, mungkin baru kali ini ku genggam tanganya, aku merasakan sesuatu yang sangat berharga akan hilang dari hidupku, aku tak ingin melepaskannya walau hanya sesaat, perasaan itu pun timbul.

“apa lagi yang mau lo omongin, dari tadi lo diem aja ya udah gw kasih waktu lima menit cepet lo ngomong”

Lagi-lagi ku hanya bisa diam membisu tanpa sepatah katapun, ku genggam erat tangannya hingga lima menit pun berlalu, aku hanya bisa berharap waktu berhenti aku tak sanggup untuk melepasnya

“lima menit udah lewat, katanya mau ngomong kok malah diem aja, gw itung sampai sepuluh, terus gw mau pergi”

Dengan berat hati ku lepas dgenggaman tangannya aku tak sanggup saat melihat tetesan air mata yang membasahi pipinya ku hanya mampu melihatnya. Berat dan sakit rasanya untuk siap melepasnya ku hanya bias melepaskan kekecewaan ini dengan memukul benda yang ada di sekitarku pintu, genteng dan lemari mungkin bisa menjadi saksi perihnya hatiku.

Aku kembali menghampirinya dibatasi bilik rombeng ku berkata

“L, gw bukannya takut kehilangan lo tapi yang gw takut kehilangan cinta lo, gw pengen buku harian gw lo sobek karna gw gak mau tersiksa dengan kenangan ini, lo yang memulai dan lo juga yang harus mengakhiri (untuk kisah ini lain kali dibahasnya mentok)

****

”En, tugas dari pa arif udah belom, gw masih belum paham masalah akutansi”

“Udah, Gampang kok, semua jawaban ada dibuku, nih pake aja buku Eni”

Eni adalah orang yang tercerdas dikelas, baik bahasa inggris, akutansi dll. pokoknya hampir semua mata pelajaran ia menguasai

”Makasih ya En, kalo udah entar dibalikin”

“Eni, tunggu dikantor Ustadz ya”

Eni adalah orang yang tepat untuk menyelesaikan masalahku baik, tugas bahkan aku pernah menangis dihadapnya karna masalah keluarga, mungkin itu pantang bagi seorang laki-laki, tapi bagiku itu lebih baik dari pada terus terpendam, ya mungkin itu sekilas seorang Eni, wanita jenius yang hidup jauh dari peradaban.


cerpen

Diposting oleh InsViRatiON | 11.36 | | 0 komentar »

Belum ada judul

Masih kuingat dengan jelas apa yang telah terucap dariku “meskipun kau tetap marah dan tak memaafkanku aku akan selalu mencintaimu, jangan pernah kau sakiti dia seperti kau menyakitiku dan apa bila kau membutuhkan pertolongaku aku akan membantu” itu kata terakhir yang telah terlontar padanya.

Justru ini yang akan menjadi masalah buatku kali ini, hari ini aku menerima SMS darinya “met tahun baru ya gir (thogir nama panggilanku), maaf baru ngebales cos hp gw baru diaktifin, lo masih inget kan janji lo lo mau Bantu gw, karang gw lagi perlu bantuan pinjem duit gope (lima ratus ribu yang dimaksud) lo ada gak?kalo ada ntar gw kirim no rekening gw.

Aku bahagia mendapat SMS darinya, dia tidak melupakan ku, meski telah menyakitinya, tapi kali ini kau benar-benar tidak bisa membantunya, karna bulan ini saja aku belum mendapatkan jatah bulananku karna kondisi keuangan dirumahpun sedang kacau keluarga ku terkena penipuan dari rekan bisnisnya di Garut Jawa Barat sekitar 60 juta yang tidak jelas kasusnya, tapi sudahlah jangan diperpanjang aku jadi sedih jika membahas hal tersebut.

Bukanya aku takut kehilangan dirimu tapi aku takut kehilangan cintamu”,nada sambung pribadiku sebuah lagu dari juliet berbunyi kemudian berhenti kembali.

Sial Cuma MC (miscall)”kemudian kulihat No tersebut.

Ternyata dia, apa yang harus gw omongin gak da duit lagi, ya udah lah masa bodo mending gw jujur aja dari pada nyusahin gw nanti”kemudian kujawab SMSnya

Emang buat apa?, Tapi maaf gw karang juga lagi butuh duit Bayar Semester, tapi Insya Allah gw usahain”tak lama kemudian dia membalas SMS ku

buat pelatihan untuk anak Fakultas Syari’ah mesti dibayar bulan ini, gw gak enak kalo minta ma bokap gw cos baru kemarin gw minta duit, eh iya gir jangan bilang ma si Anton ya.” Anton ialah adiknya yang kuliah ditempat yang sama dengan ku.

kemudian ku kembali membalas SMS nya

Oh jadi gitu, ya udah gw gak bakalan cerita ma sapa pun, Na tapi lo jangan terlalu ngarep ya tapi bener gw bakal ngusahaain sorry ya”

Gw harus dapet tapi kemana?”sambil menggaruk kepala.

Ku gak mau mengecewakan dia lagi mungkin ini memang jalan yang terbaik untuk memperbaiki hubunganku denganya yang telah lama kandas,hari itupun aku berusaha mencari pinjam pada teman-teman ku Telp sini Telp sana, tapi belum juga mendapatkannya sudah hampir tiga hari aku berusaha, tapi aku belum juga mendapatkannya, ku hanya mendapatkan dua ratus lima puluh ribu saja,

oh ya, gw gadai’in aja Hp gw lumayan buat nambah-nambahin mudah-mudahan dapet cepe lagi, ah tapi gw ke warnet dulu ah”ketika itu sudah jam 01 malam.

ngambil paket 2, ah lumayan ngirit duit 10 ribu bisa main 4 jam”sudah dua jam setengah aku bermain internet tiba-tiba tubuh ku terasa lain kepala ku mulai terasa pusing dan perutku sakit sekali seperti tertusuk duri, kemudian aku bergegas pulang, aku khawatir terjadi apa-apa denganku lebih baik aku istirahat.

Sesampainya disana aku bergegas masuk kamar merebahkan tubuhku berusaha memejamkan mata tapi tidak bisa, perutku mulai bertambah sakit dan mulas bahkan aku tidak merasakan perutku sendiri, sakit yang amat perutku serasa terjepit diantara batu besar seakan mau pecah, ku berlari menuju kamar mandi, tapi aku terkejut yang ku keluarkan bukanlah kotoran melaikan darah kental berwarna hitam, aku semakin pucat apa yang terjadi denganku? apa aku salah makan, kemudian adzan subuh berkumandang, aku segera membersihkan darah tersebut kemudian mengambil air wudhu dan kembali kekamar tapi sesampainya depan kamar ku aku tak sadarkan diri.

Setelah aku siuman diriku telah berada dirumah sakit dan kudapati ditubuhku beberapa jarum infus menempel di kedua tanganku, syukuralah aku didampingi beberapa teman kosku.

Ko gw da dirumah sakit emang gw kenapa?”Tanya ku pada teman kosku,

kemarin waktu gw mau shalat shubuh ngedenger ada yang jatoh kirain ada duren nyasar jatoh dikosan eh ternyata anak gorilla jatoh dipohon toge”jwab Jo dengan santainya sambil cengengesan.

gila lo Jo oriang lagi sakit masih aja lo cengin1,eh iya gIr ukuran badan lo berapa biar lo pulang udah gw siapin kain kapan ma liang lahat biar gak repot”timbal jablay tanpa beban.

dasar lo semua, oh ya apa kata dokter emang gw sakit apa?”tanyaku penasaran

kata dokter lo kena AIDS, Spilis, Kurap, Panu oh ya satu lagi penyakit lo, Gak punya duit itu yang paling penting, katanya bisa jadi penyakit turunan, Mau?he…”lagi-lagi jo meledekku

jo gw serius gw sakit apa?’tanyaku penasaran

iya…iya, gw serius kata dokter lo sakit radang usus sama dehidrasi, trus kata dokter lo gak boleh makan-makanan yang keras-keras missal batu, kreta api hee…,tapi lo kudu makan yang lembek-lembek bubur apa ke pokoknya lembek, oh ya gw baru inget lo boleh makan ayam tapi Ee-nya, kan yang lembek-lembek”semua tertawa

sampai kapan gw dirawat disini?”Tanya ku pada mereka

kita tunggu rongsenan dulu, kalo hasilnya gak kenapa-kenapa?paling lo suruh balik nyusahin dokter doang hee…”terus meledeku

lo semua gak bilang ke orang tua gw kan?gw khawatir takut mereka kaget”Tanya ku lagi.

emang lo punya orang tua? Haa…,tenang kita gak bilang kok, oh ya gw lupa si agnes2 bengong aja waktu gw bilang bapaknya mo mati, soalnya gak da yang mau tanggung jawab kan elo pelakunya ha…….”

Itulah kerjaan teman-temanku sering ngeledek dan nyeleneh tapi hatinya baik dan itu yang paling ku suka dari mereka bisa menghibur disaat aku sedih maupun senang.

gw baru baru ingat mungkin waktu gw mau pinjem duit ma si asep? gw makan Jambu padahal gw hampir seharian belum makan nasi maupun minum sedikitpun, aku terlalu khawatir uang yang ku dapat untuk ina terpakai olehku dan aku tidak bisa membantunya, tapi kalu sudah begini, gw harus bagaimana? belum gw bayar obat ongkos rumah sakit, sedangkan unganku hanya 350 ribu itupun menggadai Hp ku.”aku kembali pusing dengan semua persoalan ini.

gar kemarin gw balik trus ketemu bokap lo tadinya mogw kasih dari kemarin lo nya udah diaruamh sakit ini ada titipan dari orang tua lo tapi katanya gak banyak, oh ya sekalian kita mo pamit dulu cos kita ada MK(mata kuliah)hari ini ntar kita kesini lagi’

thank banget ya,tapi benerkan lo semua mo kesini lagi, gw bete sendirian disini”rayu ku

mo rame, ya udah ntar gw bilang dokter biar lo pindah tempat, ke kamar mayat tadi ada yang kecelakaan sekeluarga mau lo?he…,ya udah kita balik ya, eh tunggu-tunggu ada yang lupa ini obat lu minum 3 kali sehari, yang bungkus kuning 2 tablet merah 1, putih 2 jangan lupa diminum awas lo”jablay mengancam melotot sambil senyum-senyum

oke bos, beli obat pake duit siapa?trus berapa”

pake duit buat bayar kosan, itungnya Pntar aj kita buru-buru oke”jablay pergi dengan bergegas

coba ku buka amplop ini mudah-mudahan isinya gede, alhamdulillah 300ribu,jadi semua sama yang gw pagang 650 ribu, mudah mudahan ada sisa ntar tinggal nyari tambahan buat si TL”menenangkan pikiranku

***

Tiga hari kemudian aku telah sembuh dari penyakitku , meski saya harus memakan obat-obat yang diberikan dokter.

kemana lagi gw nyari duit, kamarin gw udah abis lima ratus lima puluh ribu, sakrang duit gw tinggal seratus ribu, kira-kira lo bisa bantuin gw gak jo”

sorry gar gw gak bisa Bantu cos gw belum dapet kiriman emang duitnya buat apa?”

gw punya temen dia lagi butuh duit buat pelatihan dikampusnya”aku menjelaskan bebaerapa hal masalah pribadiku

karang gw mo Tanya ma lo, lo juga lagi butuh duit buat bayar semester dan katanya lo udah gak mau nyusahin orang tua lo, nah sekarang lo nyusahin diri lo sendiri, apa keuntungan lo Bantu dia? Karna lo sayang ma dia, sekarang dia sayang gak ma lo?” jo menasihatiku.

gw gak tau?”

nah justru itu jangan-jangan dia Cuma mau morotin lo doang, lebih baik lo kumpulin duit yang ada buat bayar semester lo, dari pada buat orang yang gak jelas toh dia punya orang tua yang bertanggung jawab penuh atas pendidikannya”jo sekali lagi mempengaruhi ku.

Tumben lo ngomong lurus, emang lo mabok dimana, tapi jo janji adalah janji yang harus kita tepati ”

Ya, itu terserah lo, Gw cuma ngasih saran, lo ikutin syukur, gak juga gak pa-apa”

Bersambung



1 Cengin=ngeledek

2 agnes = kucing kesayangan