cerpen

Diposting oleh InsViRatiON | 03.46 | | 2 komentar »

Sebuah kenangan

“Sodakaulahhuladzim”penutup pengajian malam ini

“Eh gir, nguduk yu?”Eka mengajaku makan, padahal hal ini dilarang sebab semua santri harus pergi kemasjid melaksanakan shalat berjamaah.

“Ayo, kebeneran sore tadi gw gak makan, abis ngeliat lauknya, ikan berjaket lagi-ikan berjaket lagi, tapi teraktir gw yah, gw gi gak ada duit”

“Ya udah, tenang aja sich kaya siapa aja gw, gir ajak juga si jawa”

Secara sembunyi-sembunyi kami pergi meninggalkan pondok, dengan berpakain selayaknya orang yang hendak kemasjid sarung dan peci tak lepas dari badan kami bertiga

“Asalamuaialikum, Mak uduk udah mateng” Tanya eka pada ibu warung

“Ada, tuh nasinya baru mateng, mau berapa piring?”

“Tiga mak, nasinya agak banyak soalnya tadi gak makan sore, laper banget ni mak”Eka membujuk ibu warung agar mendapatkan porsi yang special

“Aduh, Ka gw lagi pusing ni gw gi ada masalah”

“Masalah kenapa, bukannya setiap hari lo punya masalah, bentar-bentar bilang pusing”

“Gw serius ni kali ini, si TL ngajak putus, padahal gw gak ada masalah apapun”

“Trus apa dong alesan, pasti ada sebab dong”

“Gak tau lah, tapi dia bilang dia diomelin sama orang tuanya, orang tuanya bilang lo milih sekolah apa pacaran, kan gw jadi bingung”

“Udah, gak usah dipikirin sekarang mendingan kita makan, anggap aja si TL tu uduk, lo abisin, lo telen dia hidup-hidup”

“Ah, bias aja lo Ka, emangnya gw kanibal kaya si jawa”

“apa’an lo gir ngajak-ngajak gw”

Orang bilang wis mangan ora udut eneg mungkin perasaan itu timbul pada kami saat ini setelah kami makan, dengan santainya kami memainkan asap yang sebetulnya berbahaya bagi paru-paru kami, sebatang rokok menempel dimulut kami masing-masing, tiba-tiba datang sesosok tubuh menghampiri kami, tubuhnya tak jauh lebih besar dari sijawa karna dia orang yang paling kecil diantara kami bertiga, dia ustadz kami yang sedang berpatroli mencari santri-santri seperti kami yang sering keluar malam.

“Darjat (togir),Eka, Yayat (Jawa) Pulang, kalian bukannya belajar malah pada disini”Ustadz Dadang dengan kaca matanya tak jauh besar dengan matanya yang memelototi kami bertiga.

Dengan hati Bimbang kami bertiga pulang ketempat persinggahan kami, yaitu penjara suci, kami tau konsekuensi apabila melanggar peraturan pondok, ya kalau gak dibotak paling dikasih kerjaan selama sebulan

“Plak, sebuah telapak tangan menempel dipipi kami bertiga wajah kami serasa panas”

“Mana sisa rokonya” usatadz dadang menanyakan pada kami bertiga

“Gak ada tadz soalnya kami beli Cuma batangan”

“lain kali, kalo saya liat kalian masih suka main kewarung uduk saya botak kalian, ngerti”

“Iya Tadz” serentak kami menjawab

“Ya udah, sekarang kalian belajar jangan keluar lagi”

Mungkin kami sedang beruntung kali ini, rambut kami utuh tanpa hilang sehelaipun


****

Sepertinya saat ini yang tepat untuk menyelesaikan masalahku dengan TL

“L, gw mau ngomong sekarang bisa gak?”

“Mau apa lagi, kan udah gw jelasin, gw gak boleh pacaran ma ortu gw”

“iya, tapi lo harus ngerti gw, gw udah terlanjur jatuh, disaat bunga hati gw sedang mekar tiba-tiba lo potong begitu aja, lo tega L”

“Gw harus ngerti lo, tapi apa lo ngerti’in gw”

Ku tak mampu menjawab karna ku akui aku terlalu egois mementingkan diriku sendiri.

“apa lagi yang mau lo omongin kan semua udah jelas, karang gw mau belajar”

“Tunggu L”kuraih tangannya, mungkin baru kali ini ku genggam tanganya, aku merasakan sesuatu yang sangat berharga akan hilang dari hidupku, aku tak ingin melepaskannya walau hanya sesaat, perasaan itu pun timbul.

“apa lagi yang mau lo omongin, dari tadi lo diem aja ya udah gw kasih waktu lima menit cepet lo ngomong”

Lagi-lagi ku hanya bisa diam membisu tanpa sepatah katapun, ku genggam erat tangannya hingga lima menit pun berlalu, aku hanya bisa berharap waktu berhenti aku tak sanggup untuk melepasnya

“lima menit udah lewat, katanya mau ngomong kok malah diem aja, gw itung sampai sepuluh, terus gw mau pergi”

Dengan berat hati ku lepas dgenggaman tangannya aku tak sanggup saat melihat tetesan air mata yang membasahi pipinya ku hanya mampu melihatnya. Berat dan sakit rasanya untuk siap melepasnya ku hanya bias melepaskan kekecewaan ini dengan memukul benda yang ada di sekitarku pintu, genteng dan lemari mungkin bisa menjadi saksi perihnya hatiku.

Aku kembali menghampirinya dibatasi bilik rombeng ku berkata

“L, gw bukannya takut kehilangan lo tapi yang gw takut kehilangan cinta lo, gw pengen buku harian gw lo sobek karna gw gak mau tersiksa dengan kenangan ini, lo yang memulai dan lo juga yang harus mengakhiri (untuk kisah ini lain kali dibahasnya mentok)

****

”En, tugas dari pa arif udah belom, gw masih belum paham masalah akutansi”

“Udah, Gampang kok, semua jawaban ada dibuku, nih pake aja buku Eni”

Eni adalah orang yang tercerdas dikelas, baik bahasa inggris, akutansi dll. pokoknya hampir semua mata pelajaran ia menguasai

”Makasih ya En, kalo udah entar dibalikin”

“Eni, tunggu dikantor Ustadz ya”

Eni adalah orang yang tepat untuk menyelesaikan masalahku baik, tugas bahkan aku pernah menangis dihadapnya karna masalah keluarga, mungkin itu pantang bagi seorang laki-laki, tapi bagiku itu lebih baik dari pada terus terpendam, ya mungkin itu sekilas seorang Eni, wanita jenius yang hidup jauh dari peradaban.


jangan saling menyalahkan

Diposting oleh InsViRatiON | 03.22 | | 1 komentar »


Ahmadiayah Yang Tersalahkan


Kita ramai-ramai mengatakan ahmadiyah adalah aliran sesat, alirang yang telah melenceng dari ajaran islam, bahkan kita berani mengintimidasi mereka, menghancurkan tempat ibadah yang seharusnya kita hargai sebagai sesuatu yang sakral, kita terlalu mudah terpropokasi orang-orang yang mereka tak sadari dirinya melebihi tuhan yang berani mengatakan jama’ah ahmadiyah sesat, toh kita tak tahu apa tuhan mengatakan jama’ah tersebut sesat, justru jama’ah itu kita bisa lihat dari keseharian mereka mereka lebih tekun beribadah, khusu, melebihi kita yang notabene islam keturunan, justru kita harus menyadari, menghargai mereka yang lebih mengakui adanya kekuasaan tuhan, tapi kita tak pernah mempedulikan sekeliling kita, seharusnya mereka yang telah jauh meninggalkan agama, yang diberikan pengarahan agar mereka bertaubat, lupa akan kewajiban mereka sebagai seorang muslim, memang aneh kehidupan ini.

Saya muak ketika mata ini melihat sebuah kehancuran, ketika telinga ini mendengar ketidak adilan bagi mereka yang seharusnya dibela, kadang saya bingung apa yang diinginkan para ulama, mereka terlalu klasik, prinitif bahkan eksekutif, surga seakan hanya diperuntukan bagi mereka, yang katanya memperjuangkan agama, bullshit semua itu, apakah yang mereka perjuangkan telah signifikan, bahkan kini yang terlihat adalah keretakan, perceraian dan rasa saling curiga terhadap agama sendiri.

Islam tak akan pernah maju, malah akan menambah keburukan kita dimata dunia, setelah film documenter “fitna“mungkin akan muncul kembali fitna-fitna yang lain yang tentunya tak kalah kontroversinya, mari kita mulai kehidupan yang damai dan saling toleransi bersing menuju kebaikan berlomba dalam beribadah,. Tak saling ejek bahkan menjastis sebuah kepercayaan.




apologiku

Diposting oleh InsViRatiON | 11.37 | | 0 komentar »

Satu tuhan beda jalan

Agama adalah sebuah jalan menuju kebenaran, dimana agama berperan penting menjaga kedamaian keharmonisan berkeluarga, bermasyarakat dan toleransi, agama yang menuntun kita menuju kebaikan mengenalkan kita kepada yang maha kuasa.

Tapi kini aku tidak paham dengan ideologi saat ini agama kini berbalik, agama adalah bumerang bagi kehidupan umat, kita sering kali menganggap agama kita yang paling benar, tidak ada rasa toleransi dan kebersamaan, seperti halnya yang telah diajarkan agama pada kita baik islam, kristen, hindu, budha dll. Ingat dengan kejadian poso, atau palestina dan israel yang tak pernah ada hentinya hingga saat ini, mana peran agama sebagai pemenyatu umat beragama, ini semua adalah ketololan kita, berjuang tapi tidak mempedulikan orang-orang yang tak bersalah yang lebih mengerti arti agama yang sebenarnya, atau orang-orang yang tak perduli dengan semua itu, seharusnya kita sadar islam boleh menganggap kristen, hindu, budha dll, adalah orang kafir kaum yang telah terjamin masuk neraka, tapi kita pun harus ingat islam seperti halnya sabda nabi, “islam akan terbagi menjadi 72 aliran dan hanya 1 yang akan termasuk kaumku orang-orang yang berpegangan pada Al-Qur’an dan hadist” lalu siapa yang akan mengakui salah satu yang disebutkan tadi, saya yakin kita semua menyakini apa yang kita pegang adalah yang benar merasa hanya dia yang berpegang kepada Al-qur’an dan Hadist.

Ternyata kita tidak bisa menyangkal semua itu, kita harus berperinsip 1 tuhan beda jalan, munkin ini yang akan menjadi sebuah tolak ukur bagi kita yang beragama kita tidak menyalahkan mereka bahkan menggangu biarkan mereka menemukan jalannya masiang-masing